Dinkes Kab. Pekalongan
Kamis, 8 Oktober 2026
KAJEN - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Orientasi Kewaspadaan Kegawatdaruratan Neonatal bertempat di Aula Lantai I Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. ( 5-9 /10/2026)
Kegiatan ini diikuti oleh 325 bidan puskesmas di wilayah Kabupaten Pekalongan sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir.
Kegiatan Orientasi Kewaspadaan Kegawatan Neonatal secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dr. Ryan Ardanaputra disampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya bidan puskesmas, dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan pada bayi baru lahir.
Materi kegiatan disampaikan oleh para narasumber yang memiliki latar belakang keahlian di bidang kesehatan anak, pelayanan kesehatan, dan keperawatan, yaitu dr. Arya Adnan Fadilah, Sp.A., M.Sc., dr. Rendy Yoga Ardian, Sp.A., MARS, dr. M. Rizal, Sp.A., dr. Budi Cahyono Ponco Utomo, dr. Mahadina Virginia Sanita, MKM, dr. Niken Tia Ratna, Khusnul Khotimah, S.Kep., Ns., dan Farida Suryani, S.Kep., Ns.
Dalam pelayanan kesehatan neonatal, kemampuan tenaga kesehatan untuk mengenali kondisi kegawatdaruratan dan memberikan penanganan secara cepat, tepat, dan sesuai standar sangat penting. Keterlambatan dalam penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi, kesakitan, hingga kematian pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan berperan penting dalam pelayanan ibu dan anak menjadi bagian strategis dalam memperkuat kualitas pelayanan kesehatan neonatal di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Diharapkan, Melalui kegiatan Orientasi Kewaspadaan Kegawatan Neonatal ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di fasyankes kabupaten pekalongan dan dengan bekal ilmu yang sudah didapatkan berharap risiko kesakitan dan kematian pada bayi baru lahir dapat ditekan, sehingga setiap bayi memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas sejak awal kehidupannya.