Karanganyar – Perkuat sinergi antarsektor guna memastikan para lansia dapat menikmati masa tua yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan gelar Kampanye Kelanjutusiaan dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Kulu Asri Karanganyar dan diikuti oleh 100 orang lansia perwakilan dari 10 Puskesmas di Kabupaten Pekalongan. (Kamis, 23/07/2026)
Kegiatan Kampanye Kelanjutusiaan bersama lansia tahun 2026 mengusung tema “Mempersiapkan hari tua yang sehat, mandiri, dan berdaya“. Rangkaian peringatan HLUN diawali dengan senam bersama dan fun game, selanjutnya peserta memasuki ruangan aula untuk mengikuti upacara pembukaan. Hadir membuka acara, Sekretaris Dinkes Kabupaten Pekalongan, Tohid margono, S.Pi dengan didampingi Kabid Kesmas dan Infokes, Kabid P2pL dan Sub Koordinator Kesga Gizi. Turut hadir Psikolog dari RSUD Kraton sebagai narasumber, Dodi Adi Budiarto, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyampaikan materi ”Mempersiapkan Hari Tua yang Sehat, Mandiri dan Berdaya”. Agenda berikutnya adalah Cek Kesehatan Gratis bagi lansia yang difasilitasi oleh Puskesmas Karanganyar.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh elemen masyarakat, keluarga, dan sektor swasta untuk turut peduli. Dukungan lingkungan terdekat menjadi faktor kunci dalam menjaga semangat hidup dan kemandirian para lansia demi terwujudnya Kabupaten Pekalongan yang sejahtera. Selain itu untuk menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan fisik maupun mental mereka. Lansia bukanlah beban sosial, melainkan aset bangsa yang memiliki kearifan serta pengalaman berharga.
Kamis, 23 Juli 2026
Kajen – Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melaksanakan rapat koordinasi bersama Bank Jateng dan Vendor PT Infokes Indonesia untuk mengevaluasi sistem e-Puskesmas dan menyiapkan integrasi Host to Host (H2H). Langkah ini guna mengoptimalkan layanan dan integrasi sistem serta untuk mempercepat digitalisasi transaksi keuangan non-tunai di 15 Puskesmas wilayah Kabupaten Pekalongan pengguna e-Puskesmas. (Rabu, 22/07/2026)
Rapat koordinasi diselenggarakan di aula lantai 2 dengan tujuan untuk menghubungkan dua sistem milik Puskesmas dan Bank Jateng sehingga terciptanya kemudahan dalam melakukan transaksi pembayaran tagihan Puskesmas. Hadir membuka acara, Sekretaris Dinkes Kabupaten Pekalongan, Tohid Margono, S.Pi dilanjutkan paparan materi oleh Tim H2H Bank Jateng dan vendor PT. Infokes Indonesia. Peserta yang diundang dari 15 Puskesmas wilayah Kabupaten Pekalongan pengguna aplikasi e-Puskesmas, masing-masing mengirimkan 2 orang yaitu PIC SIK dan Bedahara Income.
Vendor penyedia aplikasi e-Puskesmas dari PT Infokes Indonesia yang diwakili oleh Rhegama, selaku Customer Succes Executive memaparkan materi terkait perkembangan fitur yaitu ePustu (layanan pencatatan standar puskesmas pembantu), ePus Connect untuk kader posyandu (layanan pencatatan posyandu terintegrasi) dan Klinisia (layanan pendaftaran pasien primer terintegrasi BPJS).
Dalam evaluasi penggunaan e-Puskesmas, Total interaksi yang masuk dari Kabupaten Pekalongan selama periode 2026 tidak terlalu banyak. Dari 15 puskesmas, total interaksi yang masuk sejumlah 126 tiket pertanyaan, 13 tiket Keluhan dan 13 tiket permintaan. Seluruh interaksi yang masuk berasal dari Layanan Live Chat, karena saat ini WAG Kabupaten Pekalongan sudah berjalan satu arah saja. Puskesmas yang paling sering menghubungi CS adalah Puskesmas Bojong I, Puskesmas Karangadadap, Puskesmas Kesesi 2 dan Puskemas Talun.
Rabu, 22 Juli 2026
Semarang – Musyawarah Daerah sukses digelar Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Pengurus Daerah Jawa Tengah bertempat di Mahoni Ballroom Hotel Oak Tree Emerald Kota Semarang pada Sabtu kemarin. Forum strategis ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan program kerja strategis, serta memilih kepengurusan baru periode 2026-2030. (Sabtu, 18/07/2026)
Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus dan anggota delegasi dari seluruh Pengurus Cabang di 35 Kab/kota wilayah Provinsi Jawa Tengah serta Pengurus Daerah. Ketua Umum PPPKMI Pusat, Dr. Sarah Handayani, SKM, M.Kes. hadir memberikan materi Sarasehan dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM membuka secara resmi Musyawarah Daerah. Selain itu turut diundang dari berbagai Organisasi Profesi Kesehatan lain.
Musda PPPKMI Jawa Tengah Tahun 2026 diselenggarakan sebagai momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2022-2026, merumuskan pokok program kerja periode 2026-2030, dan memilih ketua umum untuk keberlanjutan organisasi Pengurus Daerah PPPKMI Jawa Tengah.
Laporan Pertanggungjawaban kepengurusan PPPKMI periode 2022-2026 disampaikan oleh Ketua Umum Pengda PPPKMI Jawa Tengah, Dr. dr. Anung Sugihantono, M.Kes dan berdasarkan hasil Sidang Pleno IV, telah terpilih secara aklamasi Dr. Nurjanah, SKM, M.Kes sebagai Ketua PPPKMI Pengda Jawa Tengah yang baru untuk periode 2026-2030.
PPPKMI terus mengambil peran aktif dalam mengawal kampanye kesehatan masyarakat, seperti inisiatif Aksi Makan Sehat, Jalan Sehat, dan Pikir Sehat yang digaungkan di berbagai daerah. Melalui Musda ini, PPPKMI Pengda Jawa Tengah siap bersinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan lintas sektor untuk mendukung tercapainya target pembangunan kesehatan nasional.
Senin, 20 Juli 2026
Kajen – Guna mempercepat digitalisasi layanan kesehatan dan mengoptimalkan integrasi data medis di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan selenggarakan Rapat Koordinasi Evaluasi Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) dan Persiapan Host to Host Tahun 2026. Langkah strategis ini diambil untuk menghubungkan dua sistem milik Puskesmas dan Bank Jateng sehingga terciptanya kemudahan dalam melakukan transaksi pembayaran tagihan Puskesmas. (Kamis, 16/07/2026)
Rakord yang bertempat di Aula lantai 2 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kesmas dan Infokes Dinkes Kabupaten Pekalongan, dr Ryan Ardanaputra. Hadir sebagai narasumber, Tim dari PT Kinaryatama Raharja yang merupakan vendor SIMPUS J-Care dan Tim dari Bank Jateng. Peserta rakord adalah PIC SIK dan Bendahara income dari 11 puskesmas pengguna aplikasi SIMPUS J-Care. Dalam Rakord dibahas sejumlah agenda prioritas, antara lain: evaluasi implementasi SIMPUS J-Care semester pertama dan pemecahan kendala teknis di lapangan, pemantapan infrastruktur jaringan dan keamanan siber (keamanan data pasien) dan Sosialisasi pedoman teknis dan alur integrasi data Host to Host yang ditargetkan terlaksana pada tahun 2026 ini.
Benefit bagi puskesmas dalam Host to Host ini adalah kemudahan pembayaran pasien selain tunai dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, efesiensi proses tidak perlu antri ke bank untuk penyetoran dan dapat meningkatkan akuntanbilitas pengelolaan keuangan. Melalui sinergi ini, optimis mampu mewujudkan satu data kesehatan yang valid dan transparan. Hal ini diharapkan bermuara pada peningkatan mutu pelayanan medis, kemudahan akses bagi masyarakat, serta efisiensi dalam pengambilan kebijakan kesehatan daerah.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen untuk memberikan pendampingan teknis dan penyediaan sarana prasarana penunjang bagi seluruh Puskesmas agar proses transisi menuju integrasi sistem pada tahun 2026 dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Kamis, 16 Juli 2026
Kesesi – Pemerintah Kota Tegal terus berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi warganya. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan studi banding ke Dinas Kesehatan KabupatenPekalongan dan RSUD Kesesi Kabupaten Pekalongan. (Rabu, 15/07/2027)
Rombongan Pemerintah Kota Tegal sebanyak 25 orang yang terdiri dari Bagian Organisasi Setda Kota Tegal, Dinas Kesehatan Kota Tegal, dan Puskesmas Margadana Kota Tegal disambut langsung oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan di RSUD Kesesi. Agenda diawali dengan audiensi dan paparan terkait Kebijakan Pengembangan Puskesmas Kesesi 1 menjadi RSUD Tipe D oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dr. Zaki Mubarok, MM, dilanjutkan materi Perijinan dan Sumber Daya Kesehatan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Tohid Margono, S.Pi dan Struktur Organisasi RSUD Kesesi dan Proses Menjadi BLUD oleh Plt. Direktur RSUD Kesesi, Sulistyo Aji, S.Kep, Ners, MM. Agenda selanjutnya adalah Peninjauan fasilitas Pelayanan di RSUD Kesesi.
Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran proses pengalihan puskesmas menjadi RSUD Tipe D, bagaimana strategi pemenuhan SDM dan sarpras serta kendala dan solusi yang diputuskan sehingga nanti dapat di amati, tiru dan modifikasikan pada Puskesmas Margadana menjadi RSUD Tipe D di Kota Tegal. Acara studi banding diakhiri dengan penyerahan plakat dari Pemkot Tegal kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Hasil studi banding ini diharapkan dapat dipilih strategi yang sesuai dengan kondisi daerah dan mempercepat proses transformasi fasilitas kesehatan di Kota Tegal. Dengan status menjadi Rumah Sakit Tipe D, diharapkan akses masyarakat terhadap dokter spesialis dan rawat inap akan jauh lebih mudah dan cepat.
Rabu, 15 Juli 2026
Kajen – Wujudkan keterbukaan informasi kesehatan, Dinkes Kabupaten Pekalongan optimalkan peran website puskesmas agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi jadwal layanan, ketersediaan fasilitas, hingga edukasi kesehatan. Salah satu langkah konkret yang diusung adalah digelarnya Rapat Koordinasi Pengelola Website bagi Petugas Puskesmas di tingkat Kabupaten Pekalongan. (Rabu, 15/07/2026)
Rakord ini diselenggarakan sebagai wadah monitoring, evaluasi, dan peningkatan kapasitas bagi seluruh tim pengelola website di puskesmas se-Kabupaten Pekalongan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melalui Kepala Bidang P2PL, M. Khoirudin, S.Kep, Ners, M.Kes membuka secara resmi rakord ini. Pada kesempatan tersebut menekankan pentingnya peran situs web resmi sebagai garda terdepan komunikasi antara fasilitas kesehatan dan warga. "Di era transformasi digital, website puskesmas bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen vital untuk merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan transparan," ujarnya.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan selaku koordinator utama dalam pengelolaan website daerah didaulat sebagai narasumber. Mereka bertindak sebagai regulator, penyedia infrastruktur, pengelola keamanan siber, serta fasilitator penyebaran informasi publik agar pelayanan digital pemerintah daerah berjalan optimal.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan bimbingan teknis kepada para operator website puskesmas. Diharapkan, seluruh situs web puskesmas dapat menjadi pusat informasi yang informatif, aksesibel, dan terpercaya bagi masyarakat luas.
Rabu, 15 Juli 2026
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tata kelola data daerah. Sebagai langkah nyata, Tim Penilai Badan (TPB) bersama BPS Kabupaten Pekalongan melaksanakan tahapan interviu Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026. Sesi wawancara utama menyasar Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Keduanya dievaluasi terkait kualitas dan pengelolaan data sektoral. (Selasa, 14/07/2026)
[Gambar]
Kegiatan berlangsung di Aula lantai 2 Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan ini dilakukan secara daring dan dibuka secara resmi oleh Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, SST, M.Si. Turut hadir Sekretaris Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Paijal Imron, S.IP memberikan sambutan dan arahan terkait Penilaian Interviu EPSS tahun 2026. Tim Penilai Badan dari BPS Kota Surakarta bertindak sebagai asesor independen yang menilai dan memverifikasi kembali hasil penilaian mandiri yang telah dilakukan oleh instansi lokus penilaian EPSS.
Sesi interviu berfokus pada dua instansi pelayanan publik utama, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Perwakilan Dinkes memaparkan metadata kompilasi data fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan. Sementara itu, Dindukcapil memaparkan metadata kompilasi data kependudukan Penilaian ini bertujuan untuk memverifikasi dan memvalidasi bukti dukung pelaksanaan kegiatan statistik yang telah dikelola oleh masing-masing OPD.
Dalam sesi interviu, Tim penilai Badan menguji kesesuaian data dengan prinsip Satu Data Indonesia, yang meliputi pemenuhan standar data dan interoperabilitas. Evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) di Kabupaten Pekalongan. Dengan pengelolaan data yang semakin baik, program pembangunan pemerintah akan lebih tepat sasaran. Selain itu, data yang berkualitas juga akan mempercepat pelayanan publik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Selasa, 14 Juli 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Kesehatan terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Sebagai langkah strategis, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan gelar Rakord Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang diselenggarakan di Aula lantai 1, sebagai langkah nyata mewujudkan reformasi birokrasi yang berorientasi pada masyarakat. (Rabu, 8/7/2026)
[Gambar]
Rakord dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Tohid Margono, S.Pi dan dihadiri seluruh pejabat struktural beserta ketua tim kerja seksi. Paparan dan diskusi dipandu oleh Kabid Yankes SDK dan POM, Sudariyanto, SKM,M.Kes, menjelaskan tentang variabel dan indikator PEKPPP yang harus dipenuhi oleh Dinkes. Pertemuan ini difokuskan untuk membedah capaian indikator kinerja pelayanan, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta merumuskan langkah perbaikan standar operasional prosedur (SOP) layanan.
Tujuan utama dari Rakor Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) adalah untuk menyelaraskan arah kebijakan, mengidentifikasi langkah strategis, dan mempercepat pemenuhan data dukung guna mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat. PEKPPP sendiri merupakan program rutin yang digalakkan oleh Kementerian PANRB untuk memastikan birokrasi pemerintah dan instansi terkait benar-benar hadir melayani dengan baik.
Rabu, 8 Juli 2026
Kajen – Perkuat tata kelola pelayanan publik yang bersih dan transparan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan gelar Pertemuan Koordinasi Program Pariwara Antikorupsi Tahun 2026. Kegiatan strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan pencegahan praktik korupsi, gratifikasi, dan pungutan liar di seluruh fasilitas kesehatan. (Senin, 6/7/2026)
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Tohid Margono, S.Pi membuka secara resmi pertemuan yang dihadiri oleh jajaran Kepala Puskesmas se Kabupaten Pekalongan dan PIC Program Pariwara Antikorupsi Puskesmas ini. Narasumber dihadirkan dari Inspektorat daerah Kabupaten Pekalongan, Praptan Karunia, SH.
Kegiatan strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan pencegahan praktik korupsi, gratifikasi, dan pungutan liar di seluruh fasilitas kesehatan. Dinkes Kabupaten Pekalongan ikut serta berpartisipasi aktif dalam kampanye antikorupsi dengan memastikan setiap pelayanan kesehatan kepada masyarakat bebas dari suap dan gratifikasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap seluruh fasilitas layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Senin, 6 Juli 2026