Dinkes Kab. Pekalongan
Senin, 3 November 2025
Kabupaten Pekalongan - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan bersama tim survei dari tingkat provinsi dan pusat melaksanakan Survei Penilaian Penularan (Transmission Assessment Survey/TAS) Filariasis tahap ketiga sebagai bagian dari upaya eliminasi penyakit kaki gajah di wilayah Kabupaten Pekalongan. Survei ini bertujuan menilai efektivitas Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis serta memastikan tidak adanya penularan aktif di masyarakat. (Jumat, 31/10/2025)
Filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria dan dapat menyebabkan kecacatan permanen dan gangguan sosial ekonomi. Program eliminasi Filariasis nasional melalui POPM telah berjalan selama beberapa tahun dengan sasaran cakupan minimal 65% dari penduduk. Survei TAS tingkat ketiga ini dilakukan pasca pemberian POPM lima putaran (2015 s.d. 2019) untuk menentukan apakah pemberian obat dapat dihentikan dan apakah indikator penularan sudah berada pada tingkat aman, yakni prevalensi mikrofilaria di bawah 1%.
Pelaksanaan TAS tahap ketiga di Kabupaten Pekalongan melibatkan tim gabungan dari Balai Besar Laboratorium Kesmas Yogyakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan puskesmas. Survei dilakukan di 33 lokasi pada kelompok usia anak SD/MI kelas 1 dan 2 sebanyak 1.819 anak, menggunakan metode pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan antigen filaria secara cepat dan akurat.
Hasil survei ini menjadi salah satu tolok ukur penting dalam menentukan kelayakan Kabupaten Pekalongan sebagai wilayah bebas penularan Filariasis dan menjadi dasar rekomendasi tindak lanjut program eliminasi di tahun-tahun berikutnya.