Dinkes Kab. Pekalongan
Rabu, 5 November 2025
Kajen – Kabupaten Pekalongan kembali menggiatkan program Intensifikasi Penemuan Kasus (ICF) untuk penyakit Kusta dan Frambusia sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular ini secara lebih optimal. Kegiatan ICF merupakan metode penemuan kasus secara aktif yang dilakukan oleh petugas kesehatan untuk menemukan kasus baru sejak dini, sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan risiko kecacatan dapat diminimalisasi. (Jumat, 31/10/2025)
Berdasarkan data terakhir, penyakit kusta dan frambusia masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus di Kabupaten Pekalongan. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik penderita, namun juga pada aspek sosial dan psikologis, terutama karena adanya stigma yang melekat pada penderita. Oleh karena itu, dengan penemuan kasus yang lebih dini melalui ICF, diharapkan transmisi penyakit dapat dihentikan sehingga menekan angka penyebaran lebih lanjut.
Pelaksanaan ICF melibatkan berbagai pihak seperti puskesmas, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di 13 SD/MI terpilih pada kelompok usia siswa kelas 3, 4, 5, dan 6. Pemeriksaannya meliputi skrining, periksa pandang (visual/observasi), periksa raba (palpasi) dengan kapas, pemeriksaan fisik tanda-tanda awal penyakit, dan edukasi agar dapat mengenali gejala serta pentingnya pengobatan secara rutin. Bila ditemukan anak dengan Kusta dan Frambusia maka langsung diobati.
Melalui program ICF ini, Kabupaten Pekalongan menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap penyakit kusta dan frambusia, tidak ada penularan dan penemuan kasus secara cepat dan tepat sebagai langkah awal menuju eliminasi penyakit di Kabupaten Pekalongan.