Kajen – Saka Bakti Husada Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan mendapat tugas sebagai tim kesehatan atau PPPK pada pelaksanaan Pesta Siaga Cabang Kabupaten Pekalongan Tahun 2024. (Jumat, 2/3/2024)
Pesta Siaga Cabang Tahun 2024 dilaksanakan di SMP N 1 Wonopringgo yang diikuti oleh 19 kwartir ranting se Kabupaten Pekalongan mengambil tema Gembira, Semangat, Inovatif dan Terampil. Diikuti oleh Kwartir Ranting se Kabupaten Pekalongan dan masing-masing ranting mengirimkan 4 barung yang terdiri dari 2 barung putra dan 2 barung putri.
Tim Kesehatan/Petugas PPPK sebanyak 4 orang yang terdiri dari 1 orang dari Saka Bakti Husada Cabang Kabupaten Pekalongan dan 3 orang tenaga kesehatan dari Puskesmas Wonopringgo siap berpartisipasi mensukseskan kegiatan Pesta Siaga Cabang tahun 2024. Selama berlangsungnya kegiatan, tidak ada peserta yang sakit, semua semangat mengikuti giat lomba sampai dengan selesai.
Pesta Siaga merupakan kegiatan yang bersifat rekreatif, banyak gerak, dan bersenang-senang yang dikemas dengan berbagai macam lomba. Pesta Siaga juga bisa menumbuhkan sikap terbuka dan tukar menukar pengalaman, pengetahuan, serta kecakapan, membangkitkan semangat untuk berpacu meraih prestasi, cinta lingkungan, disiplin dan bertanggungjawab serta mempererat tali persahabatan dan persaudaraan.
Rabu, 6 Maret 2024
Kajen – Saka Bakti Husada Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan mengadakan rapat koordinasi tingkat cabang tahun 2024 di aula lantai 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. (Jumat, 2/3/2024)
Kegiatan rakord tersebut bertujuan mengevaluasi berbagai hasil dan capaian program kepengurusan Saka Bakti Husada Periode 2018-2023 sekaligus menetapkan susunan program untuk tahun 2024.
Acara rakord dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Kwarcab Pekalongan, Kak Tohid Margono. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pengurus SBH Cabang dan Dewan SBH serta Perwakilan dan Pimpinan SBH dari 27 Ranting/Pangkalan se Kabupaten Pekalongan.
Dalam rangkaian kegiatan rakord, diadakan musyawarah pemilihan pengurus baru yang dipimpin oleh Kak Teguh Widodo sebagai ketua sidang penetapan. Hasil musyawarah menetapkan Kak dr. Ratna Susanti, yang juga menjabat Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Infokes sebagai Ketua Pengurus Saka Bakti Husada Kwarcab Kabupaten Pekalongan masa bakti 2024-2029. Kak dr. Ratna Susanti bersama pengurus SBH cabang terpilih kemudian memaparkan rencana program kerja dan kegiatan SBH cabang tahun 2024.
Pasca rakord, Kepengurusan terpilih rencananya akan mengikuti pelantikan dari Kwartir cabang.
Selasa, 5 Maret 2024
Kajen – Bertempat di ruang rapat 1 jalan Krakatau No. 9 Kajen Pekalongan, Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan menggelar Forum Gabungan Perangkat Daerah Kesehatah dan Sosial dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2025. (Senin, 4/3/2024)
Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Rachmawati, S.IP., MM Pada acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, S.KM, M.Kes menjadi pembicara dengan materi berjudul Program dan Kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2025.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si memberikan arahan dan penekanan di akhir acara pada upaya penurunan kasus AKI AKB dan stunting. “Dengan adanya UHC diharapkan masyarakat Kabupaten Pekalongan bila berobat bisa ke semua faskes di Indonesia, sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud.” lanjutnya.
Peserta yang diundang sebanyak 70 orang yang berasal dari unsur Komisi IV DPRD Kab. Pekalongan, OPD (Dinkes, RSUD dan Dinsos), Ormas (NU, Muhammadiyah), TP PKK, Kecamatan, Desa, Perwakilan Pelajar, Forum Madani, PMI, BPJS. dan Organisasi Profesi di Kabupaten Pekalongan.
Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2025 merupakan penyusunan dokumen perencanaan Pemerintah Daerah untuk periode satu tahun. Sebagai suatu dokumen resmi rencana daerah, RKPD mempunyai kedudukan strategis, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan.
Selasa, 5 Maret 2024
Kajen - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melalui Puskesmas Talun melakukan penyemprotan cairan insektisida lewat pengasapan atau fogging (Minggu, 25/02/2024)
Pelaksanaan fogging yang menyasar masyarkat dan SMA di lingkungan kecamatan Talun ini merupakan upaya Dinas Kesehatan untuk pencegahan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah, proses pengasapan sendiri dilakukan di dalam hingga halaman rumah, serta selokan di sekitar permukiman warg.
Pemberantasan penyakit DBD harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada Masyarakat. Mencegah terjadinya penyebarluasan penyakit DBD lebih efektif menggunakan PSN 3M Plus yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menguras bak mandi, Menutup wadah penampungan air, dan Menggunakan kembali barang-barang bekas yang dapat menjadi perindukan atau sarang nyamuk. Plusnya dengan menggunakan lotion obat nyamuk oles, tidak menggantung pakaian bekas pakai, menggunakan kelambu saat tidur, dan menaburkan bubuk larvasida atau abate di kolam bak mandi yang berukuran besar. Meskipun sudah dilakukan fogging, kegiatan PSN 3 M Plus sangat lebih efektif untuk pencegahan penyakit Malaria dan Demam Berdarah, jadi untuk masyarakat yang menginginkan foging sebaiknya dipertimbangkan dulu resiko atau bahaya akibat obat foging yang menempel dirumah dan sekitarnya terhadap kesehatan kita.
Kamis, 29 Februari 2024
Penerimaan dan Pembekalan Peserta Program Internship Dokter dan Dokter Gigi di Kabupaten Pekalongan
Kajen – Bertempat di aula lantai 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan digelar kegiatan penerimaan dokter internship dari PIDI dan PIDGI Angkatan I tahun 2024 oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Tohid Margono, S.Pi. (Kamis, 22 Februari 2024).
Program internship atau magang diikuti oleh 15 orang dari PIDI dan 8 orang dari PIDGI dan berlangsung selama 1 tahun yang dimulai dari tanggal 19 Februari 2024 sampai dengan 19 Februari 2025. Internship merupakan program yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi yang telah dimiliki oleh dokter selama pendidikan dan mengembangkan kemampuannya baik hard skill maupun soft skillnya.
Para dokter insternship ini tersebar di 4 tempat yaitu RSUD Kajen, RSI Pekajangan, Puskesmas Kajen 1 dan Puskesmas Kajen 2. Penanggungjawab atau pendamping PIDI adalah Kepala Puskesmas Bojong 1 dan Kepala Puskesmas Kedungwuni 2, sedangkan untuk PIDGI penanggungjawab atau pendampingnya berasal dari RSUD Kajen dan Puskesmas Kajen 1. Diharapkan dengan hadirnya para dokter insternship ini akan dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas tempat mereka mengembangkan kemampuannya.
(Sumber : Sie Sumber Daya Manusia Kesehatan)
Senin, 26 Februari 2024
Wiradesa – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNDIP mitra dari UNICEF beserta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebagai penyelenggara bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggelar Kegiatan Penguatan Pelaksanaan Sub Pin Polio di Kabupaten Pekalongan yg bertempat di Hotel Grand Dian Wiradesa Pekalongan (Rabu,21/02/2024).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Sosial, Dindikbud, Kemenag, Camat se- Kabupaten Pekalongan, Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, UNICEF, LPPM, UNDIP dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Pekalongan,
Workshop dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar, S.Sos, Msi. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sub Pin Polio Putaran Kedua ini harus dilaksanakan tepat sasaran sesuai dengan cakupan sasaran sub pin polio yang sebelumnya beliau juga menghimbau kepada para Camat untuk memantau pelaksanaan sub pin polio putaran kedua ini. "Efek dari polio akan berdampak buruk bagi anak, kalau tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Karena bila terjangkit, maka anak akan mengalami kelumpuhan total. Tentunya, kelumpuhan ini akan berdampak tidak baik bagi masa depan anak-anak di Kabupaten Pekalongan." lanjutnya.
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai evaluasi kegiatan sub pin polio putaran pertama dan penguatan untuk sub pin polio putaran kedua. Pelaksanaan Sub Pin Polio Kedua di gelar selama seminggu, mulai 19-25 Februari 2024 dengan sasaran sebanyak 110.820 anak usia 0-7 Tahun.
(Sumber: Seksi Surveilans dan Kejadian Luar Biasa dan Bencana)
Kamis, 22 Februari 2024
Wiradesa – Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan bagi pelaku UKM di Kabupaten Pekalongan yang dibuka oleh Kabid Yankes, SDK & POM Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan di Hotel Grand Dian Wiradesa Pekalongan (Rabu, 21/02/2024)
Kabid Yankes, SDK & POM Dinkes Kab. Pekalongan, Sudariyanto, SKM, M.Kes dalam sambutannya mengatakan “Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan produk pangan IRTP dapat diproduksi berdasarkan prinsip keamanan pangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan pemahaman pemilik sarana IRTP tentang cara produksi pangan yang baik (CPPOB-IRT) meningkat sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar modern baik pasar domestik maupun internasional”.
Peserta bimtek adalah pelaku UMK yang belum memiliki izin edar PIRT dari OSS ataupun yang sudah memilik izin edar akan tetapi belum memenuhi komitmen mengikuti bimtek PKP di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Bimtek ini bertujuan meningkatkan upaya pembangunan struktur ekonomi yang produktif dan berdaya saing untuk kemandirian bangsa lewat fasilitas percepatan pengembangan dunia usaha makanan dengan keberpihakan terhadap UMK serta memenuhi masyarakat akan pemenuhan pangan yang aman dan bermutu tidak terkecuali pangan yang dihasilkan oleh Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di wilayah Kabupaten Pekalongan.
(Sumber : Sie Kefarmasian, Alkes & POM)
Kamis, 22 Februari 2024
Kajen – Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melaksanakan skrining penyakit TBC pada balita stunting yang dilakukan secara acak di 6 lokasi puskesmas yaitu Puskesmas Wonopringgo, Kesesi 2, Sragi 2, Kedungwuni 1, Sragi 1, dan Siwalan. Kegiatan ini dllakukan selama 6 hari yaitu tanggal 26 Januari, 2, 6, 12, 13 dan 16 Februari 2024.
Sasaran pada kegiatan ini adalah balita stunting di wilayah Kabupaten Pekalongan dengan tujuan untuk mendeteksi sejak dini penyakit menular TBC pada kondisi balita stunting. Kasus TBC anak di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2023 sebanyak 233 kasus. Sejumlah 159 balita dilakukan skrining melalui pengukuran antropometri, pemeriksaan skrining TBC dan penyuntikan tuberkulin tes. Dari 147 balita yang disuntik tuberkulin tes didapatkan hasil negatif sebanyak 143 balita dan hasil positif sebanyak 4 balita. Terdapat 12 balita sudah dilakukan tes tuberkulin dan selesai pengobatan TBC.
Anak dengan kategori stunting memiliki risiko lebih tinggi untuk terpapar TBC. Status gizi terutama stunting pada anak berhubungan dengan daya tahan tubuh. Gejala TBC pada anak stunting seperti anoreksia, muntah, batuk, demam, dan penurunan berat badan. Bahaya TBC pada balita stunting terlihat pada peningkatan kerentanan terhadap infeksi, status gizi yang terganggu, dan potensi konsekuensi psikososial. Sangat penting untuk memprioritaskan kegiatan skrining TBC pada balita stunting, deteksi dini, dan pengobatan segera untuk mengurangi bahaya ini.
Selasa, 20 Februari 2024
Wiradesa –Yayasan Inovasi Pembangunan Hijau (IPEHIJAU) mitra dari UNICEF sebagai penyelenggara bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggelar Kegiatan Workshop Evaluasi Peningkatan Kondisi Air Saniatasi dan Higiene Puskesmas melalui Pendekatan Sipashkes Kabupaten Pekalongan di Hotel Grand Dian Wiradesa Pekalongan (Kamis,16/02/2024)
Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Bappeda, DPU &TARU, DinperkimLH, P3DI Kabupaten Pekalongan, Sub Koordinator Kesling Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, UNICEF, LPPM, UNDIP, Yayasan Inovasi Pembangunan Hijau (IPEHIJAU) dan Kepala Puskesmas serta petugas Sanitarian Puskesmas se Kabupaten Pekalongan,
Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes dilanjutkan penyajian hasil intervensi perbaikan layanan air, sanitasi dan higiene/water, sanitation and higyene (WASH) di 10 puskesmas. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya program ini dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di puskesmas dan memperkuat pencegahan dan pengendalian infeksi melalui kesehatan lingkungan di fasyankes yang inklusif dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan perubahan iklim.
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai evaluasi kegiatan Intervensi perbaikan sarana sanitasi dan pendampingan penguatan fasilitas kesehatan melalui Sistem Informasi Penilaian Air Minum Sanitasi dan Higiene di Fasyankes (SIPASHKES) yang berada di 10 Puskesmas di Wilayah Kabupaten Pekalongan.
Sumber: Seksi kesling kesjaor
Senin, 19 Februari 2024