Dalam rangka monitor dan evaluasi (Monev) dan persiapan penilaian Akreditasi , Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) melakukan kunjungan ke Puskesmas Sragi 1 dan Puskesmas Sragi 2 (Rabu,18/1/2023)
Acara Monev ini di pimpin oleh Bapak Nur Kholik,S.Kep,MM selaku Sub Koordinator Cluster Kepodang dan diikuti Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB).
Dalam kunjungan tersebut Bapak Nur Kholik,S.Kep,MM menyampaikan bahwa setelah dilakukan Monev ini diharapkan Puskesmas dapat melakukan perbaikan demi meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik dan dapat mempersiapkan menuju Akreditasi Puskesmas yang direncanakan akan dilakukan tahun ini.
(sumber : sie yankes)
Kamis, 19 Januari 2023
Kamis, 22 Desember 2022
Dalam rangka meningkatkan mutu pelaksanaan Binwas dan persiapan penilaian Akreditasi dan reakreditasi puskesmas, maka dinas kesehatan membentuk dan mengadakan Sosialisasi Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) (senin,17/1/2023)
Acara Sosislisasi tim ini di ikuti oleh Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) yang terdiri dari 3 Ketua Cluster, 6 Sub koord Cluster dan 30 anggota serta Kepala Dinas Kesehatan sebagai Penasehat dan Sekretaris Dinkes sebagai Penanggung jawab.
Dalam sambutannya kepala dinas menyampaikan bahwa dengan di bentukknya Tim TPCB ini bisa membangun kepercayaan puskesmas dalam reakreditasi, memberikan motivasi dan memberikan rekomendasi ke Puskesmas.
Salah satu Tujuan dibentuk Tim TPCB ini adalah mefasilitasi Puskesmas dalam melakukan perbaikan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan, terwujudnya budaya mutu Puskesmas serta memberikan motivasi dan pendampingan dalam persiapan menuju Akreditasi Puskesmas.
(Sumber berita : Sie yankes, Dinkes Kab.Pkl)
Selasa, 17 Januari 2023
Sensasi dingin dan kemampuannya mengeluarkan asap membuat jajanan Chiki ngebul yang mengandung Nitrogen Cair banyak digemari masyarakat terutama anak anak.
Namun tahukah kamu, di balik sensasinya yang unik, jajanan warna-warni ini menyimpan bahaya untuk kesehatan?
[Gambar]
[Gambar]
Senin, 16 Januari 2023
Dalam rangka Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kesehatan mengadakan kegiatan AMP ( Audit Maternal Parenatal) yang di adakan pada hari Rabu (11/1/2022) di Aula Gedung PMI Kajen.
Acara ini di hadiri oleh Kepala OPD terkait, Seluruh Direktur Rumah Sakit, Kepala UPT Labkes dan Infar, Kabid dan Subkoord Dinkes, Dokter Puskesmas se-Kab. Pekalongan, Bikor Persalinan Kab. Pekalongan.
Dalam acara ini Kepala Dinas Kesehatan yang di wakili oleh Sekretaris Dinkes Kab. Pekalongan (dr. Ida Sulistiyani) menyampaikan berdasarkan data kematian ibu dan Bayi di Kabupaten Pekalongan kematian bayi dan Ibu masih terjadi Tahun 2020 11 kasus ibu 123 bayi, 2021 27 kasus ibu 109 bayi dan 2022 23 kasus ibu 105 bayi.
Berbagai upaya telah dilaksanakan mulai dari pelayanan persalianan di Faskes, Pengadaaan USG di 27 Puskesmas dan pemenuhan alat Kegawatdaruratan maternal neonatal secara bertahap untuk Puskesmas, audiensi dengan TP PKK kabupaten dan Konsolidasi Organisasi Profesi demi mencapai penurunan AKI dan AKB.
Tidak mungkin Dinas Kesehatan bisa berdiri dan bertindak sendiri, perlu adanya komitmen dan dukungan dari berbagai pihak baik OPD terkait, Organisasi Profesi mupun Fasilitas Pelayanan Kesehatan baik Tingkat Pertama maupun rujukan.
Adapun rencana kegiatan yang akan dilakukan di tahun 2023 adalah :
Harapan tahun 2023 dan seterusnya Angka Kematian Ibu dan Bayi Kab. Pekalongan semakin menurun, Untuk para Ibu bisa selamat saat menjalani kehamilan persalinan dan nifas.
(Sumber : Sie Kesga Gz Dinkes Kab. Pekalongan)
[Gambar]
Kamis, 12 Januari 2023
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM beserta Kepala OPD se Kab Pekalongan meninjau kondisi warga terdampak bencana banjir di Posko pengungsian Desa Pacar dan Desa Samborejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Minggu (01/01/2023).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati sekaligus menyalurkan bantuan logistik seperti sembako, selimut, tikar, pakaian, dan lain-lain kepada warga di pengungsian.
kunjungi YT dinkes
Senin, 2 Januari 2023
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan pembinaan kader posyandu remaja kabupaten Pekalongan (21/12/2022) di Gedung PPNI Kab. Pekalongan.
Kegiatan ini di ikuti oleh Peserta 100 remaja dari 27 puskesmas dan remaja lintas agama.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan yang pada kesempatan tersebut wakili oleh Kabid Kesehatan Masyarakat dan informasi kesehatan, Ibu dr. Ratna Susanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk pengaktifan kembali posyandu remaja setelah masa pandemi bearkhir dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kader terus berlatih untuk mendapatkan informasi kesehatan yang terupdate dan berani tampil di meja ke-5 (meja penyuluhan) dengan pendamping Tenaga Kesehatan Puskesmas atau Bidan Desa.
Narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain dr. Dewi Susilowati, Sp.OG dari RSUD Kajen dengan materi kesehatan reproduksi remaja dan Bp. Harap Cendekiawan, S.Psi dari RSI Pekajangan dengan materi Pendidikan Ketrampilan Hidup Sehat.
Dalam Agenda acara kegiatan ini selain acara inti penyampaian materi dari Nara Sumber diisi juga acara Fun Game, Deklarasi Remaja Anti Stunting, Penandatangan komitmen Forum Lintas Agama dan Penyerahan Hadiah Lomba Penyuluhan Kesehatan.
Dengan kegiatan ini diharapkan ada penguatan-penguatan posyandu remaja dengan inovasi yang menarik minat untuk datang ke posyandu remaja tanpa meninggalkan 8 (delapan) kegiatan utama dengan 5 (lima) langkah. Delapan jenis kegiatan utama posyandu remaja antara lain : Pendidikan Ketrampilan Hidup Sehat (PKHS), Kesehatan Reproduksi Remaja, Masalah Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA, Gizi, Aktivitas fisik pada remaja, Penyakit Tidak Menular, Pencegahan Kekerasan pada Remaja dan Penyuluhan lain terkait isu kesehatan lain.
(sumber : Sie Kesga, Kesmas&infokes Dinkes Kab. Pkl)
[Gambar]
Kamis, 22 Desember 2022