Rabu, 1 Oktober 2025
Kamis, 18 September 2025
Senin, 15 September 2025
Kajen – Inspektorat Kabupaten Pekalongan telah menyelesaikan Pengawasan Daerah Tematik atas manajemen kas dan persediaan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas di wilayah Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di Aula lantai 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. (Selasa, 30/09/2025)
[Gambar]
Dalam pengawasan tersebut, Inpektorat menilai penerapan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi dalam pengelolaan kas serta persediaan yang dimiliki oleh BLUD Puskesmas. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk memperbaiki sistem manajemen keuangan dan stok barang medis, sehingga layanan kesehatan di tingkat Puskesmas dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Tim Inspektorat melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan bahwa prosedur pengelolaan kas dan persediaan BLUD Puskesmas sesuai dengan aturan yang berlaku dan mendukung kelancaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan (M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si), Inspektur Kabupaten Pekalongan (Drs. Ali Reza, M.Si) Sekretaris Dinas Kesehatan (Tohid Margono, S.Pi), Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Kasubbag Perencanaan dan Keuangan, Kepala Puskesmas, Pengelola aset dan bendahara BLUD Puskesmas se Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Pengawasan tematik ini juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta pelaksanaan Good Governance di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sesuai dengan target pembangunan daerah. Inpektorat berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan yang menyeluruh dan konstruktif demi mewujudkan penggunaan anggaran yang tepat sasaran dan akuntabel di BLUD Puskesmas.
Kamis, 2 Oktober 2025
Wiradesa – Para ibu hamil di Kabupaten Pekalongan tak perlu resah, karena dalam upaya pencegahan penularan Hepatitis B, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan gelar Workshop Pengelolaan Pelayanan Hepatitis B Bagi Petugas Pelaksana Program Hepatitis di FKTP untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan pendekatan vaksin dan Tenofovir. (Kamis, 25/09/2025)
[Gambar]
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman dan keterampilan tenaga medis dalam penerapan imunisasi vaksin Hepatitis B serta penggunaan Tenofovir sebagai terapi antivirus untuk ibu hamil positif Hepatitis B. Tata laksana ibu hamil dengan hepatitis B dalam pemberian Antivirus Tenofovir di usia 28 minggu hingga 1 bulan setelah melahirkan.
Hadir sebagai narasumber yaitu dr. Auly Natijatul Ain yang menyampaikan materi tentang informasi Dasar Hepatitis dan Pemberian Obat Vaksin Tenovofir yang Aman untuk Ibu Hamil. Para peserta diberikan pembekalan teknis dalam pengelolaan layanan vaksinasi, pemantauan penggunaan Tenofovir, serta edukasi kepada masyarakat tentang cara pencegahan Hepatitis B yang efektif.
[Gambar]
Workshop ini merupakan bagian dari komitmen Kabupaten Pekalongan dalam mendukung program nasional eliminasi Hepatitis B menuju target Indonesia bebas Hepatitis B pada 2030. Pelibatan tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan diharapkan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi dan penerapan Tenofovir secara optimal untuk ibu hamil berisiko. Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menghimbau masyarakat khususnya ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan skrining Hepatitis B dan mengikuti seluruh anjuran imunisasi demi perlindungan terbaik bagi kesehatan ibu dan bayi.
[Gambar]
Rabu, 1 Oktober 2025
Wiradesa - kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan karena sekarang deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dg metode yang lebih canggih yaitu DNA HPV Co testing IVA.
Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, Dinkes Kab. Pekalongan gelar On The Job Training (OJT) sekaligus launching detekesi dini kanker serviks dengan HPV DNA bagi tenaga Kesehatan di puskesmas dan Dinkes yg diselenggarakan di Hotel Grand Dian Wiradesa (Rabu,24/9/2025).
[Gambar][Gambar]
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, M.Khoiruddin, S.Kep, Ners, M.Kes membuka secara resmi kegiatan OJT yg dihadiri oleh 54 peserta tenaga kesehatan dari pukesmas yaitu Dokter, Bidan dan tenaga ATLM Labkesmas Dinkes Kab. Pekalongan.
Narasumber yg dihadirkan ini, antara lain Dokter Spesialis Obgyn, dr. Dewi Susiliwati, Sp.OG memberikan materi mengenai Patologi Klinis Kanker Serviks. Dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah Ely Tri WAhju Utami, SKM dengan materi pencatatan dan pelaporan HPV DNA, dan materi Deteksi dini kankes serviks dengan DNS HPV Co Testing IVA disampaikan Wiwin Aria Mulyani, S.Tr, Keb, Bdn.
[Gambar]
Tes HPV DNA dapat mengidentifikasi keberadaan virus HPV berisiko tinggi penyebab kanker serviks sebelum munculnya perubahan sel abnormal pada leher rahim. Metode ini sangat efektif karena mendeteksi langsung penyebab kanker, memungkinkan intervensi dini untuk pencegahan atau pengobatan, sehingga meningkatkan peluang kesembuhan dan menurunkan angka kematian akibat kanker serviks.
[Gambar]
Kamis, 25 September 2025
Senin, 22 September 2025
Sragi - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya yaitu RSUD Kesesi dan Puskesmas Sragi 1 menggelar serangkaian kegiatan kesehatan penting, yaitu Gerakan Ibu Hamil Sehat, Program Gubernur Jawa Tengah yaitu Dokter Spesialis Keliling (Spelling), dan pengabdian masyarakat dari IDAI berupa Pediatric Social Responsibility (PSR) sebagai bagian dari komitmen peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di Balaidesa Bulakpelem Kecamatan Sragi Pekalongan (Rabu, 10/09/2025)
[Gambar][Gambar]
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan DA, SKM, M.Kes sekaligus membuka acara, Forkompincam Sragi, Perwakilan TP PKK Kabupaten dan Ketua TP PKK Kecamatan Sragi, Perwakilan RSUD Kesesi, Kepala Puskesmas Sragi 1, Kepala Desa Bulakpelem dan jajarannya. Gerakan Ibu Hamil Sehat bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil melalui pemeriksaan rutin, edukasi gizi, dan pendampingan kehamilan yang optimal. Sedangkan Program Dokter Spesialis Keliling (Spelling) menghadirkan tenaga spesialis medis dari rumah sakit ke desa-desa untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa skrining TBC, EKG, laboratorium dan konsultasi oleh dokter spesialis dalam bagi masyarakat serta memudahkan akses terhadap layanan spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh dan antrian yang panjang. Pediatric Social Responsibility (PSR) merupakan program yang fokus pada pemberian layanan kesehatan anak yang holistik dan dukungan sosial, termasuk edukasi kesehatan anak, skrining balita dengan masalah gizi dan tumbuh kembang, mencegah kasus stunting baru, sehingga bisa dilakukan rujukan dini.
[Gambar]
Melalui ketiga program ini, diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, mudah diakses, praktis dan berkelanjutan guna menurunkan risiko komplikasi kehamilan, mengatasi kesulitan akses dan antrian lama yang biasanya terjadi untuk bertemu dokter spesialis di rumah sakit, serta membuka peluang deteksi dan penanganan awal penyakit yang lebih baik.
| [Gambar] |
Jumat, 12 September 2025