Wiradesa – Upaya cegah Anemia di kalangan remaja putri terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dengan melakukan Gerakan Aksi Bergizi yang digelar di sekolah-sekolah, salah satunya di SMA N 1 Wiradesa pada pagi hingga siang. (Senin, 10/11/2025)
[Gambar]
[Gambar]
Gerakan Aksi Bergizi diikuti oleh 240 siswa yang diawali dengan senam Anak Indonesia Hebat, dilanjutkan dengan sarapan MBG dan minum TTD bersama. Ada edukasi kesehatan (literasi) yang dikemas dalam bentuk fun game dan penyampaian materi oleh dokter spesialis kandungan, yaitu dr. Suryo Adi Wibowo, SpOG,Subsp.FER,D.MAS.
[Gambar]
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan yang diwakili oleh Kepala Bidang Yankes, SDK dan POM (Sudariyanto, SKM, M.Kes), Subkord Kesga dan Gizi (Lusy Supriatinah, S.ST) beserta tim, Plt Kepala Puskesmas Wiradesa (Lestari, S.ST), Kepala SMA N 1 Wiradesa (Dra. Hety Puryanti) beserta para guru dan staf pengajar.
[Gambar]
Kamis, 13 November 2025
Kajen – Sebanyak 300 orang mengikuti Kampanye Edukasi Masif Penuntasan Tuberkulosis, Senam Kebugaran, Dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebagai bagian dari program terpadu peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang diselenggarakan di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten pekalongan pada Minggu pagi. (10/11/2025)
[Gambar]
[Gambar]
Sekretaris Dinas Kesehatan, Tohid Margono, S.Pi. membuka acara secara resmi dan menekankan pentingnya sinergi dalam upaya menuju masyarakat yang sehat dan produktif. “Kampanye terpadu ini menjadi solusi strategis untuk menekan angka penyakit TB sekaligus menjaga kebugaran fisik dan mendeteksi serta memantau kondisi kesehatan. Kami mengajak seluruh warga berperan aktif agar semua program ini berhasil dengan baik,” ujarnya.
[Gambar]
[Gambar]
Pelaksanaan kampanye ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Yayasan Mentari Sehat Indonesia dan kadernya, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan puskesmas seperti : Programmer TB, Programmer Promkes, Programmer Kesling dan perwakilan kader kesehatan sebanyak 5 orang tiap puskesmasnya serta masyarakat pengunjung Car Free Day. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah serta menangani TB, sekaligus meningkatkan kebugaran dan kesehatan melalui senam dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG).
[Gambar]
[Gambar]
Rabu, 12 November 2025
Kajen - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan gelar kegiatan kredensialing tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan. Keredensialing dilaksanakan selama 2 hari di Aula lantai 1 Dinas Kesehatan dengan tujuan memastikan kompetensi dan kualifikasi tenaga kesehatan sesuai standar profesional yang berlaku, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan efektif dan aman. (Rabu, 5/11/2025)
[Gambar]
Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa hingga Rabu tanggal 4-5 November 2025 ini diampu oleh Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan, Bidang Yankes, SDK dan POM. Sebanyak 233 orang peserta dari puskesmas di wilayah Kabupaten Pekalongan yang mengikuti kredensialing ini yang melibatkan berbagai profesi kesehatan seperti dokter, dokter gigi, perawat dan bidan.
[Gambar]
Kredensialing merupakan proses verifikasi dan evaluasi terhadap kompetensi, pendidikan, serta pengalaman kerja tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang, termasuk peningkatan standar nasional dan akreditasi fasilitas kesehatan. Melalui kegiatan ini, tenaga kesehatan di Kabupaten Pekalongan memperoleh pengakuan resmi atas keahlian dan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan.
[Gambar]
[Gambar]
Selasa, 11 November 2025
Kajen - Kabupaten Pekalongan terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai media dan program inovatif, salah satunya melalui podcast edukatif yang diselenggarakan oleh Radio RKS FM dengan mengangkat isu stunting dan cara pencegahannya secara komunikatif dan mudah diakses masyarakat. (Rabu, 5/11/2025)
Podcast ini menjadi media baru dalam kampanye penurunan stunting dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Dwi Sutanto, S.ST yang secara live dipandu oleh host Radio RKS FM yaitu Yuni. Melalui diskusi informatif, edukasi, dan berbagi kisah sukses, podcast ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pola asuh dan gizi seimbang bagi ibu dan anak.
Selain menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya, podcast edukatif ini dirancang untuk mudah didengar oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua muda, kader kesehatan, hingga pemangku kepentingan terkait. Platform ini menjadi sarana efektif menjangkau masyarakat luas dengan pesan-pesan yang mendorong perubahan perilaku demi generasi Pekalongan yang lebih sehat dan berkualitas
Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan aktif mengikuti podcast ini sebagai bagian dari upaya bersama memutus mata rantai stunting dan mewujudkan masa depan anak-anak yang optimal.
Kamis, 6 November 2025
Kajen – Kabupaten Pekalongan kembali menggiatkan program Intensifikasi Penemuan Kasus (ICF) untuk penyakit Kusta dan Frambusia sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular ini secara lebih optimal. Kegiatan ICF merupakan metode penemuan kasus secara aktif yang dilakukan oleh petugas kesehatan untuk menemukan kasus baru sejak dini, sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan risiko kecacatan dapat diminimalisasi. (Jumat, 31/10/2025)
Berdasarkan data terakhir, penyakit kusta dan frambusia masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus di Kabupaten Pekalongan. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik penderita, namun juga pada aspek sosial dan psikologis, terutama karena adanya stigma yang melekat pada penderita. Oleh karena itu, dengan penemuan kasus yang lebih dini melalui ICF, diharapkan transmisi penyakit dapat dihentikan sehingga menekan angka penyebaran lebih lanjut.
Pelaksanaan ICF melibatkan berbagai pihak seperti puskesmas, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di 13 SD/MI terpilih pada kelompok usia siswa kelas 3, 4, 5, dan 6. Pemeriksaannya meliputi skrining, periksa pandang (visual/observasi), periksa raba (palpasi) dengan kapas, pemeriksaan fisik tanda-tanda awal penyakit, dan edukasi agar dapat mengenali gejala serta pentingnya pengobatan secara rutin. Bila ditemukan anak dengan Kusta dan Frambusia maka langsung diobati.
Melalui program ICF ini, Kabupaten Pekalongan menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap penyakit kusta dan frambusia, tidak ada penularan dan penemuan kasus secara cepat dan tepat sebagai langkah awal menuju eliminasi penyakit di Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 5 November 2025
Kabupaten Pekalongan - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan bersama tim survei dari tingkat provinsi dan pusat melaksanakan Survei Penilaian Penularan (Transmission Assessment Survey/TAS) Filariasis tahap ketiga sebagai bagian dari upaya eliminasi penyakit kaki gajah di wilayah Kabupaten Pekalongan. Survei ini bertujuan menilai efektivitas Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis serta memastikan tidak adanya penularan aktif di masyarakat. (Jumat, 31/10/2025)
[Gambar]
Filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria dan dapat menyebabkan kecacatan permanen dan gangguan sosial ekonomi. Program eliminasi Filariasis nasional melalui POPM telah berjalan selama beberapa tahun dengan sasaran cakupan minimal 65% dari penduduk. Survei TAS tingkat ketiga ini dilakukan pasca pemberian POPM lima putaran (2015 s.d. 2019) untuk menentukan apakah pemberian obat dapat dihentikan dan apakah indikator penularan sudah berada pada tingkat aman, yakni prevalensi mikrofilaria di bawah 1%.
[Gambar]
[Gambar]
Pelaksanaan TAS tahap ketiga di Kabupaten Pekalongan melibatkan tim gabungan dari Balai Besar Laboratorium Kesmas Yogyakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan puskesmas. Survei dilakukan di 33 lokasi pada kelompok usia anak SD/MI kelas 1 dan 2 sebanyak 1.819 anak, menggunakan metode pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan antigen filaria secara cepat dan akurat.
[Gambar]
Hasil survei ini menjadi salah satu tolok ukur penting dalam menentukan kelayakan Kabupaten Pekalongan sebagai wilayah bebas penularan Filariasis dan menjadi dasar rekomendasi tindak lanjut program eliminasi di tahun-tahun berikutnya.
[Gambar]
[Gambar]
Senin, 3 November 2025
Tegal – Bertempat di Ashafana Guci Tegal, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan gelar acara Keakraban untuk menghantarkan 2 abdi negara yaitu Kepala Dinas Kesehatan dan Staf Dinas Kesehatan menutup masa baktinya sebagai bentuk apresiasi dan dedikasi serta pengabdiannya selama masa jabatan. (Sabtu, 1/11/2025)
[Gambar]
[Gambar]
Acara Keakraban yang mengusung tema “Pahami makna keakraban disaat merindukan kenangan dengan indahnya kebersamaan” diikuti oleh Seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Rangkaian acara disusun dan dilaksanakan untuk memberikan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada 2 orang yang memasuki purna tugas yaitu Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes dan Dwi Haryani. Turut hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Tohid Margono, S.Pi, Kepala Bidang P2PL, M, Khoirudin, S.Kep, Ners, M.Kes, Kepala Bidang Kesmas dan Infokes, dr. Ryan Ardanaputra Kepala Bidang Yankes, SDMK dan POM, Sudariyanto, SKM, M.Kes selaku ketua panitia penyelenggara, Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan, Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Para Sub Koordinator, Kepala UPT Instalasi Farmasi dan UPT Labkesda beserta Kepala TUnya.
[Gambar]
[Gambar]
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes menjabat sejak tahun 2018 dan terhitung per 1 November memasuki masa purna tugas. Kegiatan pelepasan ini sebagai pengantar dan persembahan yang menggambarkan rasa terima kasih dan penghargaan atas dedikasi, serta kenangan selama perjalanan pengabdian di Dinas Kesehatan. Dalam rangkaian acara tersebut disematkan pemberian cinderamata sebagai wujud apresiasi atas segala jasa dan kontribusi yang telah diberikan, serta ungkapan harapan agar kenangan indah bersama selalu melekat dan menjadi simbol kebersamaan yang tak terlupakan.
[Gambar]
[Gambar]
Senin, 3 November 2025
Kajen – Laboratorium Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyelenggarkan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 yang bertempat di Gedung Labkesmas pada tanggal 29 September s.d. 9 Oktober 2025.
[Gambar]
Pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) bagi calon jamaah haji Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa para jemaah berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan siap menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup berat dan menantang. Pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji bertujuan untuk memastikan kondisi fisik dan mental calon jamaah haji dalam melaksanakan ibadah haji. Selain itu juga untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan saat jemaah haji beribadah di tanah suci.
[Gambar]
[Gambar]
Dengan Medical Check Up (MCU) selain untuk deteksi dini penyakit pemeriksaan ini juga memastikan jamaah sehat untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan aman. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan kimia klinik, pemeriksaan urine rutin, Tes Kehamilan untuk jamaah Wanita, pemeriksaan EKG dan Rontgen.
[Gambar]
Senin, 3 November 2025
Jakarta – Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggandeng BPKSDM, Perwakilan Organisasi Profesi dan 3 Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Pekalongan untuk melakukan konsultasi ke Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait mekanisme perubahan nomenklatur dan penetapan tunjangan bagi tenaga fungsional yang nomenklaturnya telah berubah menyesuaikan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (Selasa, 28/10/2025)
[Gambar]
Sebanyak 12 orang melakukan kunjungan kerja dalam rangka konsultasi tersebut. Tim yang dipimpin oleh Sub Koordinator Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Anna Rohmawati, S. Kep, Ns diterima oleh Ibu Widya selaku Ketua Tim Kerja Pengembangan Karir SDMK kementerian Kesehatan RI.
Permasalahan yang diusung dalam konsultasi tersebut antara lain nomenkelatur 3 jabatan fungsional pada Promkes, Sanitarian dan PTGMI yang belum menyesuaikan dengan nomenkelatur yang baru. Sedangkan rumah sakit menyampaikan terkait jabatan fungsional ahli utama bagi dokter spesialis dan tipologi rumah sakit satelit menuju rumah sakit pendidikan (RSUD Kraton)
[Gambar]
[Gambar]
Konsultasi berikutnya ke Kementerian PANRB yang diterima oleh Sekretaris kementerian PANRB, Dra. Reni Suzana, MPPM. Konsultasi dipimpin oleh Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kabupaten Pekalongan, Dra. Irma Suryani, S.Pd.M.Si. Harapannya, adanya sinergi antar lintas sektor dalam melaksanakan regulasi terbaru sehingga hak tenaga fungsional terjamin optimal dan terbentuk pemahaman yang seragam diantara seluruh jabatan fungsional terhadap aturan dan mekanisme perubahan nomenklatur serta penetapan tunjangan tenaga fungsional.
[Gambar]
Kamis, 30 Oktober 2025