Dalam rangka Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kesehatan mengadakan kegiatan AMP ( Audit Maternal Parenatal) yang di adakan pada hari Rabu (11/1/2022) di Aula Gedung PMI Kajen.
Acara ini di hadiri oleh Kepala OPD terkait, Seluruh Direktur Rumah Sakit, Kepala UPT Labkes dan Infar, Kabid dan Subkoord Dinkes, Dokter Puskesmas se-Kab. Pekalongan, Bikor Persalinan Kab. Pekalongan.
Dalam acara ini Kepala Dinas Kesehatan yang di wakili oleh Sekretaris Dinkes Kab. Pekalongan (dr. Ida Sulistiyani) menyampaikan berdasarkan data kematian ibu dan Bayi di Kabupaten Pekalongan kematian bayi dan Ibu masih terjadi Tahun 2020 11 kasus ibu 123 bayi, 2021 27 kasus ibu 109 bayi dan 2022 23 kasus ibu 105 bayi.
Berbagai upaya telah dilaksanakan mulai dari pelayanan persalianan di Faskes, Pengadaaan USG di 27 Puskesmas dan pemenuhan alat Kegawatdaruratan maternal neonatal secara bertahap untuk Puskesmas, audiensi dengan TP PKK kabupaten dan Konsolidasi Organisasi Profesi demi mencapai penurunan AKI dan AKB.
Tidak mungkin Dinas Kesehatan bisa berdiri dan bertindak sendiri, perlu adanya komitmen dan dukungan dari berbagai pihak baik OPD terkait, Organisasi Profesi mupun Fasilitas Pelayanan Kesehatan baik Tingkat Pertama maupun rujukan.
Adapun rencana kegiatan yang akan dilakukan di tahun 2023 adalah :
Harapan tahun 2023 dan seterusnya Angka Kematian Ibu dan Bayi Kab. Pekalongan semakin menurun, Untuk para Ibu bisa selamat saat menjalani kehamilan persalinan dan nifas.
(Sumber : Sie Kesga Gz Dinkes Kab. Pekalongan)
[Gambar]
Kamis, 12 Januari 2023
Kamis, 22 Desember 2022
Rabu, 12 Oktober 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM beserta Kepala OPD se Kab Pekalongan meninjau kondisi warga terdampak bencana banjir di Posko pengungsian Desa Pacar dan Desa Samborejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Minggu (01/01/2023).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati sekaligus menyalurkan bantuan logistik seperti sembako, selimut, tikar, pakaian, dan lain-lain kepada warga di pengungsian.
kunjungi YT dinkes
Senin, 2 Januari 2023
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan pembinaan kader posyandu remaja kabupaten Pekalongan (21/12/2022) di Gedung PPNI Kab. Pekalongan.
Kegiatan ini di ikuti oleh Peserta 100 remaja dari 27 puskesmas dan remaja lintas agama.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan yang pada kesempatan tersebut wakili oleh Kabid Kesehatan Masyarakat dan informasi kesehatan, Ibu dr. Ratna Susanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk pengaktifan kembali posyandu remaja setelah masa pandemi bearkhir dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kader terus berlatih untuk mendapatkan informasi kesehatan yang terupdate dan berani tampil di meja ke-5 (meja penyuluhan) dengan pendamping Tenaga Kesehatan Puskesmas atau Bidan Desa.
Narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain dr. Dewi Susilowati, Sp.OG dari RSUD Kajen dengan materi kesehatan reproduksi remaja dan Bp. Harap Cendekiawan, S.Psi dari RSI Pekajangan dengan materi Pendidikan Ketrampilan Hidup Sehat.
Dalam Agenda acara kegiatan ini selain acara inti penyampaian materi dari Nara Sumber diisi juga acara Fun Game, Deklarasi Remaja Anti Stunting, Penandatangan komitmen Forum Lintas Agama dan Penyerahan Hadiah Lomba Penyuluhan Kesehatan.
Dengan kegiatan ini diharapkan ada penguatan-penguatan posyandu remaja dengan inovasi yang menarik minat untuk datang ke posyandu remaja tanpa meninggalkan 8 (delapan) kegiatan utama dengan 5 (lima) langkah. Delapan jenis kegiatan utama posyandu remaja antara lain : Pendidikan Ketrampilan Hidup Sehat (PKHS), Kesehatan Reproduksi Remaja, Masalah Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA, Gizi, Aktivitas fisik pada remaja, Penyakit Tidak Menular, Pencegahan Kekerasan pada Remaja dan Penyuluhan lain terkait isu kesehatan lain.
(sumber : Sie Kesga, Kesmas&infokes Dinkes Kab. Pkl)
[Gambar]
Kamis, 22 Desember 2022
Selasa, 8 November 2022
[Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Sabtu, 22 Oktober 2022
Upaya yg telah dilakukan dinas kesehatan dlm menurunkan angka stunting adalah dg kegiatan intervensi gizi secara spesifik dan intervensi gizi sensitif, dg bentuk kegiatannya adalah :
Pemberian makan tambahan pada bumil KEK ( kurang energi kronik),kelas bumil, Pemberian PMT bumil dan balita, pemberian tablet tambah darah remaja putri dan bumil, serta pemberian vit A untuk usia 6 bln s/d 5 th.
Sedangkan intervensi gizi sensitif dg kegiatan antara lain pemicuan STBM, KAP ( komunikasi antar pribadi bagi kader), orientasi aksi cegah stanting untuk kader, Pembinaan KPM ( kader pembangunan manusia) 285 kader.
hasil yg telah di capai mampu menurunkan angka stunting pd th 2019 (21,43%) menjadi 15,81% pd th 2020 dan pd
th 2021 menurun menjadi 13,48 %, capaian tersebut sdh dibawah target nasional 14 % pd th 2024.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan
SEMINAR DOKTER UMUM
”Tatalaksana Stunting untuk Dokter Umum Pada Fasilitas Kesehatan”
Sambutan dan Pemaparan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan:
Bapak Setiawan Dwi A., SKM.M.Kes
Narasumber IDI:
Dr. Hasyim Purwadi, M.Kes
Pembicara Ilmiah:
Dr. dr. Neti Nurani, M.Kes., Sp.A(K)
Dr. dr. Tb Rachmat Sentika, Sp.A. MARS
Moderator:
dr. Ida Sulistiyani
Seminar akan diselenggarakan pada :
Hari/Tanggal : Rabu, 05 Oktober 2022
Pukul : 09.00 – 15.00 WIB
Terima kasih,
Panitia Seminar
Senin, 3 Oktober 2022
Rabu, 28 September 2022