Dinas Kesehatan Kabupaten pekalongan melaksanakan orientasi tatalaksana MTBS dan Gizi Buruk bagi petugas gizi puskesmas (selasa, 2/5/2023)
Peserta yang hadir dalam pertemuan ini 65 peserta terdiri dari tenaga kesehatan Bidan dan tenaga Gizi puskesmas se- kabupaten pekalongan.
Pertemuan ini di laksanakan sebagai salah satu upaya dalam menurunkan angka kematian balita antara lain melalui peningkatan ketrampilan tenaga kesehatan di Puskesmas melalui pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).
Harapannya dengan di laksakanannya orientasi ini petugas gizi dan Bidan puskesmas dapat Meningkatkan kompetensi petugas dalam Tatalaksanan MTBS dan Gibur, menerapkan Tatalaksana MTBS dan Gibur dalam pelayanan kesehatan anak di Faskes Tingkat Pertama, balita dengan masalah Kesehatan dapat ditemukan lebih awal dan ditatalaksana sesuai standart serta dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan balita di Kabupaten Pekalongan.
(sumber : sie kesga & Gz )
Rabu, 3 Mei 2023
Selasa, 21 Maret 2023
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melalui Seksi Kefarmasian, Alkes dan Pengawasan Obat dan Makanan dengan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan intensifikasi pengawasan pangan di wilayah Kabupaten Pekalongan (Kamis/6/4/2023).
Kegiatan ini di lakukan dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran Produk Pangan Olahan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), khususnya pada Bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2023/1444H dan untuk mengantisipasi potensi bahaya produk pangan TMK yang kemungkinan cenderung meningkat pada hari-hari besar termasuk salah satunya Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, sebagai akibat meningkatnya permintaan (demand) dan persediaan (supply) kebutuhan pangan.
Pengawasan berfokus pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa, dan rusak khususnya pada sarana peredaran pangan yaitu distributor dan sarana retail pangan. Hasilnya pengawasan kali ini masih ditemukan produk pangan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) yaitu Produk TIE, kemasan rusak terutama pada produk makanan/minuman kaleng, dan kedaluwarsa.
Selain pengawasan pangan pada sarana peredaran pangan, juga dilakukan pengawasan pangan jajanan untuk buka puasa dengan melakukan pengambilan sampel yang selanjutnya akan diuji pada Labkesda Kabupaten Pekalongan untuk melihat kemungkinan adanya bahan kimia yang tidak boleh digunakan pada makanan seperti rhodamin B, menthanyl yellow, borax dan formalin.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk senantiasa mengawal keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Pekalongan. Untuk itu, kepada pelaku usaha pangan dihimbau agar selalu memenuhi ketentuan yang berlaku dalam menjalankan usahanya dan kepada masyarakat diharapkan terus menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan.
(sumber : Sie Farmasi, Alkes & POM)
Senin, 10 April 2023
Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satunya penyakit menular mematikan di dunia. Berdasarkan data dari WHO Global TB Report tahun 2020, ada 10 juta orang di dunia menderita TBC dan 1,2 juta orang meninggal setiap tahunnya. Untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang penyakit mematikan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan 24 Maret sebagai Hari TBC Sedunia atau World TB Day.
Dikutip dari CDC, penetapan Hari TBC Sedunia terkait sosok dokter sekaligus ilmuwan Jerman, Robert Koch. Pada 24 Maret 1882, untuk pertama kalinya Robert Koch mengumumkan temuannya soal penyebab penyakit TBC. Penyebab TBC adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. Penemuan Koch itu menjadi langkah paling penting dalam pengendalian dan pemberantasan TBC di seluruh dunia. Ketika Koch dianugerahi Hadiah Nobel dalam bidang kedokteran tahun 1905, ia menyampaikan pidato untuk mengampanyekan pemahaman yang lebih luas tentang TBC dan penyebabnya. Namun setelah penemuan itu, kemajuan selanjutnya dalam melawan TBC relatif lambat. Hingga pada era 1930-an, Guru Besar Epidemiologi pada School of Hygiene, Wade Hampton Frost, menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang epidemiologi TBC. Dilansir Britannica, pada era 1940-an, Layanan Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat memulai serangkaian penelitian yang menjelaskan lebih jauh epidemiologi TBC. Metode pengobatan yang berkembang pesat dengan kombinasi obat-obatan modern memungkinkan TBC bisa disembuhkan secara penuh. Kendati demikian, pada 1980-an angka penderita TBC meningkat di seluruh dunia. Munculnya TBC secara masif tersebut dikaitkan dengan beberapa faktor, seperti HIV/AIDS, serta penurunan kekhawatiran tentang risiko TBC. Hal ini mendorong WHO menetapkan Hari TBC Sedunia pada 1982. Awalnya peringatan itu bertujuan untuk menarik perhatian para peneliti, lembaga donor, dan masyarakat untuk memerangi TBC. Hari TBC Sedunia disponsori oleh WHO yang didukung beberapa kelompok lain, seperti International Union Against Tuberculosis and Lung Disease.
Artikel ini telah tayang di dengan judul "Kilas Sejarah Penetapan Hari Tuberkulosis Sedunia",
Senin, 27 Maret 2023
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melaksanakan Kegiatan Deteksi Dini Penyakit pada populasi khusus di perusahaan bersama dengan Pengawas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, Balkesmas wilayah Semarang Dinas Tenaga Kerja Kab Pekalongan, Puskesmas Buaran, Yayasan MSI Kab Pekalongan (20/3/2023)
Pada kegiatan ini kami melakukan skrining di salah satu perusahaan di wilayah kecamatan Buaran.
Jumlah pekerja yang di skrining 93 karyawan dengan hasil pemeriksaan ditemukan antaranya :
Suspek TB : 8 (hasil TCM negatif)
Hipertensi : 5
Hiperkolesterol : 5
Hiperglikemi: 0
Hiperurisemia : 12
Selain pemeriksaan juga adanya pemberian tablet Fe / tambah darah agar pekerja perempuan produktiv dalam bekerja.
(sumber: Bidang P2P,PL)
Senin, 27 Maret 2023
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan rapat koordinasi petugas gizi puskesmas (senin,20/3/2023)
Peserta rapat hari ini pengelola program gizi Puskesmas se-Kabupaten Pekalongan.
Rapat ini dilaksanakan sebagai upaya tindak lanjut hasil evaluasi aplikasi data pada Aplikasi E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) yang belum mencapai target. Pada pertemuan tersebut tidak hanya menyampaikan capaian data yang di entri oleh puskesmas akan tetapi menganalisa dan mencari problem solving pada masing-masing puskesmas.
dr. Ratna Sutanti selaku Kepala Bidang Kesmas dan Infokes menyampaikan bahwa data harus bersifat objektif, representative, memiliki standard eror kecil, up to date, dan relevan serta perlunya advokasi baik lintas program dan lintas sektor.
Melalui pertemuan tersebut harapannya input data hasil penimbangan balita mencapai 100% pada aplikasi E-PPGM sehingga dapat melakukan perencanaan yang tepat.
(Sumber berita : Sie Gikia Dinkes)
Senin, 20 Maret 2023
Senin, 20 Maret 2023
Senin, 20 Maret 2023
Senin, 20 Maret 2023